Warga Antar Desa di Cirebon Kota Bentrok, Polisi Selidiki Penyebab Bentrokan

CIREBON – Dua kelompok massa asal Desa Purwawinangun dan Sirnabaya, Gunungjati, Kabupaten Cirebon, terlibat bentrok. Belum diketahui pemicu awalnya bentrok.

Kassubag Humas Polres Cirebon Kota Iptu Ngatidja membeberkan, aksi tawuran yang melibatkan dua kelompok warga dari dua desa berbeda itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, Selasa (9/6/2020).

“Sekarang masih penyelidikan (oleh) Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota dan tim masih di lapangan (melakukan penjagaan),” kata Ngatidja saat dihubungi awak media , Selasa (9/6/2020).

Ngatidja mengatakan, Polres Cirebon Kota masih menjaga wilayah perbatasan antara Desa Sirnabaya dan Purwawinangun. Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi terjadi aksi susulan.

“Untuk dugaan sementara pemicunya (bentrokan) belum diketahui. Masih dalam rangkaian penyelidikan. Informasi sementara berawal dari adanya aksi saling lempar batu (antar warga desa),” kata Ngatidja.

Dari pantauan di lokasi kejadian pasca-tawuran, sejumlah rumah yang berada di wilayah perbatasan antara Desa Sirnabaya dan Purwawinangun mengalami kerusakan. Benda yang digunakan umtuk tawuran pun berserakan di lokasi kejadian.

Sementara, salah seorang warga Desa Sirnabaya Danti Nurdianti (52) mengaku khawatir dengan adanya kejadian tersebut. Menurut Danti, aksi tawuran antarwarga itu merupakan kedua kalinya.

“Minggu lalu juga kejadian. Iya takut. Saya mengungsi tidak tidur di sini kemarin juga. Tidak tahu masalahnya apa, kalau ada ribut saya selalu mengungsi,” beber Danti.

Akibat kejadian tersebut, rumah milik Danti yang persis berada di wilayah perbatasan antara Desa Sirnabaya dan Purwawinangun mengalami kerusakan. Beberapa atap rumahnya pecah akibat lemparan batu.

“Dulu pernah rumah saya dibakar pada 2012 lalu. Sekarang saya tidak tahu, dapat kabar ada ribut terus ke sini. Ya ada yang rusak,” tandasnya. (Ade)

Leave a Comment
Ulasan Terbaru

This website uses cookies.