Tinjau Potensi Wisata Kertarahayu, Ketua Karang Taruna Setu Minta Pemerintah Tegas Soal Kerusakan Lingkungan

KABUPATEN BEKASI-Komandan Satuan Bakti Serbaguna Karang Taruna Kabupaten Bekasi (Garda Sakti Sekata) yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Setu , Acep Juandi meninjau Desa Wisata Kertarahayu, Kecamatan Setu Jumat (10/7).

Kedatangan Acep didampingi rombongan Pengurus Karang Taruna Kecamatan Setu dan Desa Kertarahayu. Ia meninjau sejumlah titik potensi pariwisata Desa Kertarahayu.

Dalam kunjungan itu, Acep juga melihat aktifitas galian tanah merah yang masih berlangsung hingga saat ini.  Menjadi salah satu kendala Desa  Kertarahayu menjadi desa wisata.

“Seluruh lapisan masyarakat, pemerintah desa,  BPD, Pemkab Bekasi dan DPRD agar lebih konsen dalam mewujudukan Desa Kertarahayu menjadi desa wisata dan tegas dalam masalah lingkungan hidup,”kata pria yang akrab disapa Leo ini.

Proses galian tanah merah dikatakan Leo sudah berlangsung cukup lama.  Seharusnya pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan ini, “Jangan sampai terkesan lempar tanggung jawab.  Ini kan sudah berlangsung lama bukan baru sehari dua hari,”tegas dia

Selama ini proses galian tanah merah atau galian c yang diduga tak memiliki ijin itu sudah meresahkan masyarakat namun belum terselesaikan oleh pemerintah.

Ketua Karang Taruna Kertarahayu, Edi Saeful menceritakan awal mula cita cita Desa Kertarahayu menjadi Desa wisata, yang dicetuskan oleh Pengurus Karang Taruna Desa Kertarahayu sekitar tahun 2007.

“Walau belum terwujud, keinginan itu masih di upayakan sampai sekarang bahkan sudah terbentuk

Pokdarwis Kelompok Sadar Wisata Desa Kertarahayu,”tuturnya.

Edi mengatakan galian tanah merah masih terus berlangsung dan membuat perubahan alam terjadi di Kabupaten Bekasi.(red)

Leave a Comment
Ulasan Terbaru

This website uses cookies.