Sistem 2-1 Dijalur Puncak Kembali Diberlakukan, Sejumlah Titik Macet

BOGOR – Setelah beberapa pekan lalu diuji cobakan oleh Satlantas Polres Bogor, sistem 2-1 kini kembali diuji cobakan. Padahal, percobaan tersebut dinilai gagal lantaran menyebabkan kemacetan panjang.

Uji coba saat ini juga menimbilkan kemacetan panjang yang terjadi dari Simpang Citeko sampai sekitar Gunung Mas.

Pantauan dilokasi, uji coba sistem 2-1 yang diberlakukan dari TMC Gadog sampai sekitar Gunung Mas, Sabtu (12/7/2019), sejak pukul 13.00 WIB. Jalan Raya Puncak tampak dibagi menjadi dua lajur dengan menggunakan traffic cone.

Dalam pembagian jalur ini, lajur yang mengarah ke bawah (Taman Safari Indonesia sampai Gadog) lebih besar ketimbang jalan ke atas (TMC Gadog – Cisarua). Arus lalin yang mengarah ke bawah tak mengalami kendala.

Kendaraan yang mengarah ke Cisarua atau tepatnya di sekitar Jembatan Selarong sedikit tersendat. Sementara arah sebaliknya terpantau ramai lancar.

Setelah melewati Jembatan Selarong, lalu lintas lancar kedua arah. Namun, dari Papaho Resort sampai Simpang Megamendung, terkadang terjadi kemacetan.

Kendaraan roda empat, hanya dapat melaju dengan kecepatan 5-15 kilometer per jam. Sedangkan sepeda motor masih dapat melintas di sisi jalan. Sementara arah sebaliknya terpantau ramai lancar.

Setelah melewati Simpang Megamendung, lalu lintas lancar kedua arah. Pada titik ini, kendaraan dari Cisarua atau Simpang Megamendung tidak dapat langsung belok lawan arah.

Pengendara harus melaju sedikit ke depan agar dapat memutar balik di tempat yang telah disediakan. Terlihat, ada 9 personel dari Dishub dan BPTJ mengatur lalu lintas di sekitar Simpang Megamendung.

Setelah melewati Simpang Megamendung, lalu lintas ramai lancar. Kondisi yang sama terpantau dari Cimory Riverside sampai Cimory Mountain View.

Di sekitar Rizen Premiere Hotel sampai sekitar Restoran Dua Enam, terlihat ada pengerjaan trotoar. Namun hal ini tidak menyebabkan kemacetan.

Kemacetan di jalur ke atas pun terlihat dari Rest Area Bang Ben sampai Simpang Hankam. Kemacetan disebabkan adanya kendaraan yang keluar-masuk di Simpang Hankam.

Namun kemacetan di titik ini tidak menyebabkan lalu lintas semrawut. Sementara arus lalu lintas arah sebaliknya terpantau ramai lancar.

Setelah melewati Simpang Hankam, lalu lintas pun normal kedua arah. Saat di Pasar Cisarua, yakni di depan Royal Safari Garden, tidak terlihat ada kemacetan, baik kendaraan dari arah Gadog maupun Gunung Mas.

Untuk di Pasar Cisarua, hanya terjadi sedikit antrean di depan Pafesta atau pintu masuk pasar. Sebab, ada orang yang hendak menyeberang jalan dan kendaraan yang ingin memutar arah. Pada area ini, terlihat banyak anggota Dishub, BPTJ, dan kepolisian yang mengatur lalu lintas.

Namun terjadi kemacetan panjang di Simpang Jalan Alternatif Tapos-Ciawi atau Simpang Citeko untuk kendaraan yang mengarah ke bawah (Puncak Pass-Ciawi). Kemacetan ini terpantau sampai melewati Simpang Taman Safari Indonesia atau tepatnya sampai ke kawasan Gunung Mas.

Meski macet, kendaraan roda dua masih dapat melintas di sisi lajur. Namun kendaraan roda empat hanya dapat melintas di kecepatan 5-20 kilometer per jam saja.

Sistem 2-1 ini diberlakukan dari TMC Gadog sampai Simpang Taman Safari Indonesia. Ketika melewati Simpang Taman Safari, lalu lintas normal di kedua arah.

Dari Taman Safari Indonesia sampai sekitar Gunung Mas, traffic cone sudah tidak dipasang. Arus lalu lintas untuk kendaraan yang mengarah ke Puncak Pass, terpantau lancar. Sementara arah sebaliknya terpantau macet. (*)

Admin: