Kerap TerjadI Polemik Sampah,  Prabu-PL Sarankan Pemerintah Bentuk Tim Monitoring

KABUPATEN BEKASI-Persatuan Pemuda Burangkeng Peduli Lingkungan (Prabu-PL)  meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan pembagian kompensasi untuk warga terdampak Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS)  Burangkeng agar tidak terjadi polemik dan konflik sosial.

Ketua Prabu-PL, Carsa Hamdani mengatakan kecemburuan sosial kerap terjadi dalam pembagian kompensasi TPAS lantaran pembatasan kouta dan proses pembagian yang masih konvensional.

“Proses langsung dalam memberikan uang,  hal itu dikhawatirkan berpotensi terjadi penyelewangan dan pastinya kecemburuan sosial bagi yang tidak menerima.  Kenapa demikian, karena proses penyaluran dana kompensasi pasti memakan waktu dan akan sangat sulit untuk di monitor secara independen, kecuali menggunakan ATM,”ujar dia.

Selain itu,  pembatasan kouta yang hanya 1.500 kartu keluarga bagi warga terdampak TPAS menurut Carsa justru menimbulkan polemik baru karena tidak adanya kajian.

“Jika kuota 1500 KK Itu dibagikan dengan dalih warga yang terdampak langsung, dasar kajian teknis apa yang bisa menjadi acuannya. Apakah radius tingkat pencemaran ataukah radius tingkat kerusakan lingkungan. Tanpa dasar kajian yang jelas dan logis itu bisa menjadi  rancu dan sulit untuk dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,”tuturnya.

Konflik sosial menurut dia akan tetap terjadi jika pemerintah setengah-setengah memperhatikan warga desa Burangkeng perlu ada pengawasan yang khusus agar dapat meredam setiap polemik yang terjadi.

“Fungsi tim monev tersebut antara lain membantu Pemerintah dalam melaksanakan perencanaan program kegiatan di TPA Burangkeng, membantu meneliti dalam melaksanakan rencana kegiatan yang sudah dibuat dan membantu meningkatkan kualitas hasil capaian program Pemerintah dalam memperbaiki lingkungan dan kondisi masyarakat di sekitar TPA Burangkeng,”ujar dia.

Hal itu diharapkan agar tercapai langkah yang strategis, sistematis dan  akuntabel dalam tata kelola TPA Burangkeng, sehingga TPA Burangkeng lambat laun akan tertata, modern dalam pengelolaanya namun tetap sesuai dengan perundang- undangan. Yang utama dan harapan kita semua adalah dapat membawa berkah tersendiri bagi seluruh masyarakat Desa Burangkeng.(red)

Leave a Comment
Ulasan Terbaru

This website uses cookies.