Jelang Akhir Tahun, Bulog Cirebon Jamin Stok Beras Aman

CIREBON – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, Perum Bulog Cabang Cirebon memastikan stok beras untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya aman.

Pasalnya, secara kuantum, pengadaan gabah Bulog Cirebon sebanyak 79.220 ton setara beras.

“Jumlah tersebut sudah melebihi target maksimal atau 100% lebih dari kantor pusat, yakni yang hanya 70.000 ton saja. Bahkan, jumlah 79.220 ton ini menduduki peringkat tertinggi di Indonesia,” ulas Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon Topan Ruspayandi, belum lama ini.

Lebih lanjut, Topan menuturkan, stok persediaan komoditi beras di Bulog Cirebon saat ini mencapai lebih dari 100.000 ton dengan ketahanan stok aman hingga bulan Juli 2021, dengan asumsi penyaluran 5.000 ton per bulannya.

Menurutnya, angka tersebut mencakup wilayah kerja Perum Bulog Cirebon, yakni Kota dan Kabupaten Cirebon, Majalengka, dan Kuningan.

Pihaknya pun akan terus berupaya untuk menjamin ketahanan pangan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan panic buying karena ketahanan stok kita mencapai 20 bulan.

“Dengan stok yang besar tersebut, maka diperlukan optimasi penyaluran untuk menyiapkan ruang, dalam rangka penyerapan gabah atau beras petani MT I 2020,” ucapnya.

Adapun optimasi penyalurannya, kata Topan, dilakukan melalui kegiatan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) atau operasi pasar cadangan beras pemerintah (CBP), penjualan melalui jaringan rumah pangan kita (RPK), toko pangan kita (TPK), dan outlet umum lainnya, serta pelayanan bantuan pangan non tunai (BPNT) di wilayah kerja Kantor Cabang Cirebon.

Dari informasi yang didapat, penyaluran BPNT dilakukan oleh Bulog berdasarkan surat edaran Menteri Sosial RI Nomor 01/MS/K/07/2019 yang memutuskan bahwa sumber beras untuk program BPNT menggunakan beras dari Bulog.

“Surat edaran Mensos ini telah didukung oleh Tikor BPNT kota/kabupaten di wilayah kerja Bulog Cirebon dan diawasi oleh Satgas Pangan,” beber Topan.

Selain beras, Bulog Cirebon juga menyediakan bahan pangan lainnya berupa minyak, terigu, gula, daging, dan lain-lain, dengan harga yang lebih terjangkau.

“Dan semuanya itu menggunakan nama Bulog sebagai brandingnya,” tutupnya. (Roh)

Admin: