Sebuah posko milik ormas Pemuda Pancasila (PP) di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, terbakar pada Senin (15/11) dini hari. Kapolsek Kembangan Kompol Khoiri mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

Peristiwa ini terjadi usai keributan yang terjadi di posko Front Betawi Rempug (FBR) di Joglo, Kembangan, Minggu (14/11) malam. Dalam peristiwa ini, seorang anggota FBR berinisial DA tewas akibat luka senjata tajam karena dikeroyok.

“Tentang ada kaitannya atau tidak tentu nantinya setelah pelaku, tersangka kita temukan, namun memang di dalam proses kejadian itu memang selang beberapa jam setelah kejadian awal,” tutur Khoiri saat dihubungi, Selasa (16/11).

Pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan keterkaitan dua peristiwa tersebut. Sejauh ini polisi masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan saksi dan menggali keterangannya.

Khoiri mengatakan polisi juga terus mencari dan mendalami sejumlah bukti yang ada di lokasi kejadian. Salah satunya rekaman CCTV.

“Mencari beberapa titik-titik seperti CCTV, ini adalah bentuk petunjuk untuk kita melakukan pengungkapan kasus itu,” kata Khoiri.

Sebelumnya, seorang anggota ormas FBR berinisial DA tewas setelah menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh 10 orang di daerah Joglo, Kembangan, Jakarta Barat pada Minggu (14/11) sekitar pukul 23.00 WIB.

Peristiwa itu disebut bermula saat terjadi keributan di gardu FBR yang ada di lokasi kejadian. Namun, belum diketahui secara rinci kronologi peristiwa tersebut.

Keributan diduga itu berkaitan dengan jatah keamanan wilayah. Kendati demikian, hal ini masih perlu diselidiki lebih lanjut.

“Intinya dari kedua belah pihak (ormas) saling menjaga keamanan wilayah,” ucap Khoiri.

(dis/bmw)