Belum Dapat Ganti Rugi, Warga Terdampak Pembangunan Pelabuhan Patimban Demo

SUBANG – Warga terdampak pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban, Subang, melakukan aksi di lokasi Accsess Road di Stasiun 950, Jumat (22/11/2019).

Aksi tersebut digelar karena tanpa alasan. Warga meminta ganti-rugi akibat adanya pembangunan Access Road Pelabuhan Internasional Patimban.

Koordinator Aksi, Misbah mengatakan, tanah makam keluarga mereka yang dijadikan pembangunan akses jalan menuju Pelabuhan Patimban sampai saat ini belum juga dibayar. Parahnya, pihak pengembang sudah dilakukan pengerasan jalan yang dikerjakan oleh pengembang proyek PT Shimizu.

“Ini sudah dipakai 14 bulan, tapi sampai sekarang realisasi pembayaranya belum ada,” geram Misbah.

Menurutnya, masyarakat datang ke proyek tersebut bermaksud ingin menghambat pembangunan access road tersebut.

“Hanya saja, kami hanya meminta hak kami agar pembayaran lahan soal tanah makam yang terdampak bisa segera dibayar,” tambahnya.

Dari informasi dilokasi, tanah makam tersebut terdiri dari dua kepemilikan yakni tanah kas Desa Pusakaratu serta tanah yang bersumber dari swadaya masyarakat untuk pengadaan tanah lahan makam.

Sementara, perwakilan dari Kementrian PUPR, Febian mengatakan, persoalan pembebasan lahan tersebut masuk dalam ranah kewenangan Kementrian Perhubungan selaku instansi yang melakukan pengadaan tanah.

Febian menambahkan, permasalahan tersebut perlu dibicarakan dengan pihak-pihak terkait untuk segera mencari solusi.

Polisi dari Polsek Pusakanagara yang mengawal jalannya aksi mencoba memfasilitasi para warga pengunjuk rasa untuk melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait di proyek Patimban

Proses dialog dilapangan juga sempat diikuti oleh Kontraktor dari Paket 4 yakni PT Shimizu, Paket 2 PT Toyo, serta Pengawas Lapangan Kementrian PUPR. (Sup)

Admin: